Hujan Serta Kita yang Saling Tak Mengenal

Hujan serta buku-buku yang kesepian
Hujan serta semua orang yang sedang berpura-pura
Hujan serta kursi taman yang merindukan kering
Hujan dan kita yang enggan lagi berbicara

Hujan serta pohon-pohon yang menari
Hujan serta beranda-beranda ruko yang menghangatkan para gelandang
Hujan serta jalan raya yang ditakuti pengendara
Hujan dan kenangan-kenangan yang mengetuk jendela

Hujan serta tubuh-tubuh yang bergeliat
Hujan serta kepalamu yang tak pernah basah
Hujan serta kota yang tak bisa melarikan diri
Hujan dan rindu yang merindukan pelukan

Hujan serta rima yang dipaksakan
Hujan serta penulis yang melupakan diri
Hujan serta azan yang lamat-lamat
Hujan dan aku yang mencintaimu sambil senyap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s